Surat Kilat Kepada Pimpinan DPR RI Maret 1, 2008
Posted by Slamet Hariyanto in Surat Kilat Kepada.trackback
Wakil rakyat di DPR RI wajib mendengarkan aspirasi berupa saran, pendapat, kritik konstruktif dari anda. Silakan tulis di kolom message pada rubrik ini. Anda boleh mencantumkan atau tidak mencantumkan Email atau URL yang dimiliki. Cukup dengan menyebutkan nama dan kota domisili anda.


Wakil rakyat pilihannya rakyat.
Tetapi,
wakil rakyat yang diwakili melarat
wakil rakyat kalau sidang enggak mikir rakyat terus mikiri siapa dong.
sungguh mengecewakan. Maaf yaa, pak anggota DPR yang terhormat, tetapi enggak paham kalau dihormati.
Kenapa setiap tahun menjelang pemilu DPR selalu melakukan perubahan terhadap UU Pemilu?
Apakah pada saat penyusunan sebelumnya tidak diprediksi matang-matang semua bahan-bahan dan pertimbangan-pertimbangan untuk dikemudian hari?
Saya bingung tiap tahun menjelang pemilu harus memberikan laporan baru mengenai perubahan-perubahan yang terjadi dalam UU Pemilu.
Kepada wakil rakyat, jangan cuma bisa mengkritik yang anda sudah buat dan disahkan aturan sendiri. Itu sama saja dengan menelan ludah sendiri. Kalau ada musikus yang mengkritik lantas merah kupingnya. Ingat jaman sekarang sudah terbuka. Bikinlah rakyat supaya jangan pada beramtem sendiri. Anda membawa amanah rakyat.
Semakin hari semakin banyak saja yang mengkritik anggota DPR.
Saya kok punya pendapat lain, sederhana saja. Kalau kita akan mengkritik anggota DPR, mestinya kita mengkritik anggota DPR hasil pilihan kita sendiri. Pilihan kita siapa, dan dari partai apa. Kritik kita sampaikan boleh secara langsung atau via partainya sesuai dengan mekanisme yang ada di partai itu.
Tidak baik mengkritik anggota DPR yang bukan pilihan kita. Kalo anggota DPR itu benar2 melakukan kesalahan, itu bisa ditindak lanjuti oleh kebijakan partai yang memberangkatkannya. Bisa2 sampai proses recall, kalo memang anggota DPR itu melakukan kesalahan. Sudah banyak kok anggota DPR yang di recall dengan cara seperti itu.
Jadi, kritik kita lebih jelas. Siapa yang dikritik, dan dari partai apa?
Kalo ada anggota DPR yang berperilaku tidak baik, ya th 2009 jangan dipilih lagi dong! Cari caleg dari partai lain. Enak to?
Saya yakin, masih ada anggota DPR yang bagus kinerjanya. Jangan “digebyah uyah” seolah2 anggota DPR itu jelek semua.
OK, sedikit pendapat saya, semoga ada manfaatnya.
Sekarang tanya pada diri sendiri, siapa dan partai apa pilihan anda pada tahun 2004? Sudahkah pilihan anda sesuai harapan anda?
Kepada saudara-saudaraku anggota DPR, kerja saudara dilihat oleh rakyat. Dan anda bekerja bukan untuk partai tetapi untuk bangsa yang terpuruk ini. Kompaklah dalam membangun negara ini. Matur nuwun.
Saya berharap kepada anggota DPR, cobalah satu bahasa dengan pemerintah dalam menyikapi hal BBM. Pemerintah sudah komit akan menaikan harga BBM yang tentunya sudah disetujui oleh DPR. Tetapi saya dengar tadi pagi dalam wawancara di TVRI salah satu anggota DPR kok seolah-olah tidak setuju dengan kenaikan BBM ini. Jangan membuat persepsi-persepsi yang kurang kondusif karena kalau didengar rakyat bisa menimbulkan efek yang tidak baik. Kami akui pasti ada beda pendapat, tapi munculkanlah di dalam forum rapat.
Saya sangat kecewa terhadap para wakil rakyat entah itu yang ada di pusat maupun di daerah. Sekarang kita ambil contoh yang baru-baru ini terjadi di Jawa Timur itu sangat memalukan, seharusnya mereka menjadi cermin rakyat. Mereka seharusnya satu bahasa walaupun beda kelompok, partai atau kelompoknya. Seharusnya kalau sudah duduk disitu rubahlah pola pikiran kepartainnya jauh-jauh sehingga akan muncul pemikiran yang rasional.
Melalui media ini marilah bangkitkan INDONESIA nanjaya ini melalui HARI KEBANGKITAN MASIONAL hari ini marilah kita ingat kembali sebelum bangsa INDONESIA menjadi begini ingatlah kita MERDEKA melalui sebuah perjuangan yang sangat panjang untuk itu saya berpesan kepada WAKIL RAKYAT buatlah sebuah aturan yang membuat rakyat ingat kepada jati dirinya yaitu melalui banyak tahapan yang melelahkan sehingga menjadi sebuah bangsa yang sangat besar.
Kami cuma bisa berharap bahwa saudara-saudara adalah wakil rakyat. Supaya tidak terjadi demo dimana-mana, maka anda harus tegas terhadap pemerintah soal penjualan BUMN. Contohnya Malaysia di era tahun 70-an mereka ramai-ramai mendatangkan guru-guru dari Indonesia. Apakah mereka menjual sekolahannya? Itu saja yang kami sampaikan, trims.
Kepada wakil rakyat, percuma anda semua mau mengajukan hak angket tentang BBM, wong BBM sudah naik mana bisa diturunkan lagi.
Jangan kritik DPR, kritik saja yang milih……
Kalau DPR itu korupsi, berarti mewakili koruptor…..
Kalau DPR itu mabok, berarti mewakili pemabok…..
Kalau DPR itu cerdas, vokal, dan membela rakyat, berarti DPR yang baik….
Lha dulu anda milih siapa?
Makanya pilih yang bagus dong, biar gak nyesal…
Aku tau mengapa oknum anggota DPR-RI banyak yang berbuat korupsi.
Anggota DPR-RI juga manusia, banyak salahnya.
Yang perlu diperbaiki adalah sistem dan penyampaian tentang pendidikan politik kepada masyarakat.
Coba sekarang DPR-RI berani tidak usul tentang penambahan kurikulum tentang partai politik dan sistem pemilunya. Kalo berani coba buktikan.