jump to navigation

Surat Kilat Kepada Presiden RI Maret 1, 2008

Posted by Slamet Hariyanto in Surat Kilat Kepada.
trackback

Bila anda ingin menyampaikan aspirasi berupa saran, pendapat, kritik konstruktif kepada Presiden RI, silakan tulis di kolom message pada rubrik ini. Anda boleh mencantumkan atau tidak mencantumkan Email atau URL yang dimiliki. Cukup dengan menyebutkan nama dan kota domisili anda.

Iklan

Komentar»

1. Sholikh Al Huda (Kabid HIKMAH DPD IMM Jatim & Direktur Lembaga Indonesia Mandiri) - Maret 6, 2008

Assalamu’alaikum
Wahai Bapak SBY, saya mewakili suara wong cilik di Indonesia.
Sungguh sebuah ironi dan memalukan bagi semua rakayat dan bangsa Indonesia, dimana Indonesia yang diklaim sebagai negara “gemah ripah loh jinawi tentrem kerto raharjo” tanam kayu tumbuh singkong. SDA melimpah Hutan luas, tanah pertanian luas tetapi di sudut desa di kota Bogor ada orang kelaparan, di NTT ada ibu dan anak mati karena 3 hari tidak makan, ada bapak dan ibu bunuh diri tidak bisa makan, harga beras, minyak goreng, delai, tempe tahu, telur, dan lain-lain, semuanya mahal dan terbatas. Memalukan ibarat pepatah “tikus mati di lumbung padi”. Itulah kondisi nyata rakyat dan bangsa Indonesia, Bapak Presiden. Jangan kau bodohi bangsa ini dengan akal-akalan angka turunnya angka kemiskinan yang ngak jelas itu. Hentikan tebar pesonamu yang mengelabuhi ketidaktegasan dan kebingungan arah kebijakanmu. Sadar dan istighfar wahai presidenku.

2. Ivan Istyawan, Sekbid SDI PW IRM Jatim - Maret 12, 2008

Wahai bapak SBY. Hari ini kita berduka, karena memimpikan kebangkitan negeri ini, tetapi tidak berani memimpikan kebangkitan pendidikan kita. Saya pesimis, mana mungkin pendidikan kita yang selama ini sangat eksklusif, penuh dengan hegemoni berbagai kepentingan dan riskan dengan berbagai permasalahan bangsa. Bahkan, pendidikan kita tidak memiliki kiblat yang jelas.

Mungkin sebagaian orang akan berapologi bahwa memang kita tidak berkiblat. Namun, sungguh saya yakin ketika pendidikan kita memiliki perwajahan yang jelas dengan kiblat yang jelas, entah itu pendidikan inklusif, pendidikan progresif atau pendidikan kritis, maka kita mungkin dapat melakukan evaluasi yang lebih jelas. Misalnya, permasalahan UAN, adalah bentuk ketidakjelasan kita, dan bentuk ketidaktuntasan kita dalam wilayah penentuan tolok ukur. Padahal sudah jelas bahwa kecerdasan siswa tidak bisa dimaterialkan dalam bentuk angka yang sangat hegemonif. Ujung dari problem UAN itu kita selalu mempunyai out put yang sangat mekanistik dan robotik, karena persiapan warga belajar sangat mekanistik dan robotik.

Atas nama Kaum Pemerhati Pendidikan Progresif Transformatif (KP3T), mari rubah iklim pendidikan kita, mimpikan dahulu kebangkitan pendidikan kita sebelum bermimpi tentang kebangkitan negeri ini.

3. Cak Bonang Adji Handoko, Surabaya - Maret 13, 2008

Pilgub atau pilkada, juga pilleg maupun pilpres sepatutnya jangan disebut sebagai pesta rakyat, tapi pesta para kandidat yang menggunakan uangnya rakyat. Sebaiknya masing2 calon harus membiayai pesta demokrasi. Jangan menyedot APBN maupun APBD. Pilgug Jatim aja lebih 500 milyar. Ah, kalau untuk bangun sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan sudah dapat berapa lokal kelas atau ruangan. Makanya saya usulkan biaya politik yang timbul dalam semua “pil-pil” tadi biar digotong para kandidat. Nah, kalau terjadi kan pesta rakyat uang para kandidat. Jangan pesta kandidat uang rakyat. Gimana?

4. Viane, Surakarta - April 17, 2008

Kepada Bapak Presiden
yang terhormat

Saya adalah siswa kelas 3 travel di SMK Sahid Solo. Saya mendapat tawaran pekerjaan di Berkshire, UK. Selain itu saya juga akan disekolahkan disana karena saya pernah mengikuti international TOIEC, dan nilai bahasa inggris saya selalu diatas rata rata. Tetapi saya tidak mempunyai uang untuk membuat dokumen perjalanan karena orang tua saya tidak mampu untuk membiayai saya.

Saya sudah mencoba untuk ke Balai Kota Surakarta dan Dikpora, tapi sampai sekarang tidak ada tanggapan apapun. Padahal saya harus berangkat awal bulan Mei, dan saya harus mengirim uangnya pada tanggal 22 ke travel agent di UK untuk pembuatan visa di kantor kedutaan di London.

Maka dari itu saya mohon kepada bapak presiden untuk membantu saya, karena saya sangat ingin bekerja untuk membantu perekonomian keluarga saya. Mohon kepada Anda karena saya tidak tahu lagi harus berbuat apa, betul-betul saya mohon. Saya tahu anda dapat membantu.

Saya mempunyai bukti dari travel agen kalau saya benar-benar harus kesana. Saya mohon kepada anda, semoga anda dapat membantu saya.

Saya mohon Bapak segera merespon surat saya ini.

Hormat saya
Viane
Email: viane_springville@hotmail.com

5. Dwi Hariyono, Salatiga - April 27, 2008

Bapak SBY yang berbahagia, setelah menikmati 4 tahun kekuasaan tentunya bapak segera menyiapkan diri untuk menghadapi ajang pilpres yang akan datang. Sehingga kurun waktu 1 tahun ini betul-betul bapak bisa mempersiapkan diri untuk menyikapi persoalan bangsa dengan kegiatan nyata.

Perlu bapak pertimbangkan lagi bahwa keberhasilan yang SBY lakukan pada bangsa ini sebenarnya berjalan, tetapi ada kendala pada pola pemerintahan kita yang bersifat otonomi. Ini yang mengganjal semua keberhasilan yang telah SBY upayakan dengan pikiran tenaga dan biaya. Sebab kepala daerah yang terpilih ini membawa misi yang berlainan dari apa yang bapak perjuangkan, kepala daerah hanya meminta dana kemudian dana-dana tersebut diperuntukan untuk partai-partai yang mengusung mereka.

Inilah salah satu hambatan-hambatan yang membuat SBY kurang diterima apik oleh sebagian masyarakat Indonesia. Sehingga perlu diadakan perubahan-perubahan peraturan-peraturan pemerintah yang mengikat kepala daerah agar melaksanakan semua kebijakan yang dibuat oleh SBY.

6. Cipto Wardoyo, Kebumen - April 30, 2008

Buat Pak SBY supaya lebih tegas menghadapi asalah Ahmadiyah yang keluar dari aqidahnya. Kalau masalah agama supaya cepat diserahkan pada ahlinya jangan kepada penasehat presiden yang notabennya berbeda-beda. Negara lain saja tidak boleh, dan ini tidak ada urusannya dengan undang2 kecuali Ahmadiyah keluar dari Islam dan tidak menamakan Islam. Dann kepada masyarakat supaya jangan berbuat anarkis karena saya yakin masalah ini bisa diselesaikan dengan baik, cepat dan tegas.

7. Cipto Wardoyo, Kebumen - Mei 6, 2008

Saya berharap sebagai warga bangsa ini menyumbangkan masukan terhadap pemerintah yang dipimpin oleh pak SBY. Dalam menghadapi kritikan luar negeri terutama dari Amerika dan sekutunya, kita harus berani berbicara (diplomasi politiknya) sehingga rakyat Indonesia mempunyai harga diri bangsa. Tunjukan negara kita adalah negara yang bebas aktif tetapi jangan sekali-kali negara ikut campur dalam negeri INDONESIA yang kita cintai bersama. Kami juga sayangkan terhadap sebagian rakyat Indonesia yang masih mengadopsi dari negara2 yang dengan sok bahwa inilah demokrasi. Maka,saya menghimbau buat banggalah rakyat ini dengan negaranya, Mari kita bangun dengan kemampuan sendiri tanpa tergantung dengan negara lain.

8. Tjipto Wardoyo, Kebumen - Mei 12, 2008

Mengapa pemerintah kelihatan gamang dalam menghadapi berbagai masalah. Belum selesai masalah ahmadiyah sudah datang lagi masalah tentang BBM.

9. Tjipto Wardoyo, Kebumen - Mei 19, 2008

Saya ikut prihatin dengan perkembangan yang terjadi saat ini dimana-mana terjadi demo yang tentunya tidak menguntungkan bagi pemegang kekuasaan. Untuk itu kami imbau kepada Bpk SBY memberi keputusan tegas tentang kenaikan BBM. Perlunya adanya pengawasan yang konsisten terhadap peraturan dan kebijakan yang dikeluarkan oleh perintah. Saya titip pesan janganlah semua peraturan diperjualbelikan dengan hitungan dagang, tetapi buatlah rakyat bangga terhadap pemimpinnya. Amin.

10. NN - Mei 21, 2008

Joke untuk Pak “SBY-JK” = Sulit Bensin Ya Jalan Kaki

11. Nona Sheila, Jogja - Mei 22, 2008

SBY, anda sudah membuat saya kecewa. Saya kira anda bakal menjadi tokoh yang membawa pembaruan di Indonesia. Ternyata saya salah besar. Anda tidak tegas. Anda itu jendral loh. Mosok gampang ditekan. Anda itu presiden punya kekuasaan, kalo anda merasa benar kenapa takut. Kenapa anda ragu dalam memihak rakyat. BBM? Ini piye to, kok malah sewot sama Kwik Kian Gie. Anda dukung rakyat atau siapa nih? Intinya anda itu Pak SBY, anda terlalu demokrat. Indonesia terlalu plural dan anda gak bisa nurutin kehendak semuanya. Anda gak bisa selalu cari jalan aman atau pintas. Yang harus anda lakukan itu adalah mencari jalan dan bisa menanggung resiko dan tanggung jawabnya. Bukannya cari jalan tergampang.

12. Muhamad Adnan, Surabaya - Mei 26, 2008

Bapak presiden, anda nekat buktinya BBM dinaikkan. Maka kami juga akan nekat. Reformasi jiid II akan segera dimulai.

Muhamad Adnan, Sekum PW GPN Jatim

13. Tjipto Wardoyo, Kebumen - Mei 27, 2008

Terus terang kami sangat kecewa, tetapi inilah buah dari ketidaktegasan sebuah kepemimpinan. Jadi serba ragu dalam mengambil sebuah kebijakan. Kami berharap dalam pemilu yang akan datang mudah-mudahan akan menghasilkan pemimpin yang tegas dan tidak KKN, yang tentunya kita harus terima dari semua kekurangannya.

14. Tjipto Wardoyo, Kebumen - Mei 30, 2008

Inilah hasil sebuah kabinet yang katanya ahli di bidangnya masing-masing. Ternyata tidak ada yang merasa nasionalis. Terbukti aset negara juga dijual.

15. Mudi Paninggaran, Pekalongan - Juni 7, 2008

Bapak Presiden yth, saya mohon FPI sebagai organisasi masa Islam janganlah dibubarkan. Bgaimana pun juga mereka juga berjasa dalam menjaga dan mengingatkan moral bangsa. Banyak organisasi masa Islam tapi mereka tak seberani yang mereka lakukan. Bukannya saya setuju dengan tindakan mereka dalam tragedi Monas, tapi memang itu patut disayangkan. Mudah mudahan ke depan FPI tak segarang sekarang.

16. Titi Utami, warga Jateng - Juni 20, 2008

Pak SBY jadikan aku PNS dong

17. alex - Juli 2, 2008

Buat Bapak SBY Yth.
Pamor anda sudah mulai menurun…
Jika bapak ingin menang dalam PEMILU 2009, bapak SBY harus mempunyai Formula yg ampuh, karena rakyat sudah mulai marah, benci, bosan.
Bapak SBY saya punya saran untuk agar dapat dipertimbangkan:

1. Angkat Tenaga Honor…menjadi PNS di Bank, Telkom, Pertamina, PLN, Guru Bantu, PEMDA (seperti yg pernah di janjikan) minimal 5 tahun masa kerja.
2. Stabilkan harga2 di pasar-pasar (operasi pasar) agar rakyat merasa terjaga perutnya.

Jika Bapak SBY menerapkan Formula itu dalam tempo 6 bulan, saya yakin akan terpilih lagi menjadi Presiden periode 2009-2014. Demikian saran formula saya.

18. Amirullah. warga Kaltim - Oktober 25, 2008

Bapak SBY yth saya adalah pns yg sudah 14 tahun di pedalaman Kutai Timur tepatnya di Dusun Belwen desa Long Nah kecamatan muara ancalong. Sampai saat ini tdk pernah mendpt kendaraan dinas (motor) sudah pernah di usulkan ke dinkes kutim tetapi blum ada tanggapan. Sepertinya yg mendpt kok malah yg di kabupaten saja sementara kami di pedalaman yg kalau ke kecamatan 3 jam perjalanan tdk pernah ada mtr dinas tsb.Mohon di bantu utk memberikan teguran agar pihak Kabupaten khususnya Dinas Kesehatan agar memperhatikan yg di daerah terpencil untuk kendaraan dinas motor. Terima kasih

19. Jas - Oktober 31, 2008

Bagaimana nasib pembibit pohon jarak

20. hary - November 6, 2008

Buat Bapak Presiden Tolong dong dilihat/dicek Pegawai honorer yang ada di kota Malang khususnya dibawah Depag kok istri saya sudah pemberkasan belum turun pengangkatannya sampai saat ini …kalau anda memang berpihak pada wong cilik

21. Johan - November 18, 2008

Yth. Bp. Presiden RI

Saya ingin sampaikan sebuah saran yang mudah2an bisa lebih menggairahkan masyarakat untuk semakin banyak yang berjiwa Enterpreneur (Wirausahawan).

Pemikiran saya adalah :
* Apakah bisa memanfaatkan tayangan TELEVISI Swasta untuk mulai menyisipkan Topik ‘Menggairahkan Semangat Wirausahawan’
Content pada acara tersebut adalah :
1. Mengajarkan masyarakat mengenal secara detail usaha UKM, misalnya : Membuka Perbengkelan Perawatan dan Perbaikan Sepeda / Sepeda Motor,
2. Mengajarkan dasar2 pembukuan usaha tersebut hingga cara pelaporan pajak,
3. Menampilkan Testimoni, orang2 yang telah sukses dengan usaha2 tersebut.
Agar bisa Adil dan Merata, masing2 TV Swasta memilih Topik BIDANG USAHA tertentu dan FOKUS membahas usaha tersebut, dengan KREATIF dan INOVATIF.

Tentunya juga selalu ada diulang-ulang penyampaian bagaimana prosedur peminjaman kredit UKM tersebut di Bank/Instansi Terkait.

Demikianlah pemikiran dari saya. Semoga bermanfaat untuk membantu menjayakan Indonesia Raya yang Tercinta ini, dengan menciptakan lebih banyak lagi Wirausahawan UKM yang tangguh dan memperkokoh perekonomian bangsa Indonesia dalam menghadapi abad Millenium ini yang akan banyak perubahan yang cepat dan tidak terduga ini.

Salam Jabat Erat ! Untuk Kemajuan Indonesia-ku

22. Matrasit, mantan guru di P Raas 1989 - Mei 16, 2009

Bpk SBY yth. Jika Bpk terpilih lagi pilpres 2009, kami harap: 1. Sumenep adalah Madura Timur yg ada puluhan pulau. Shg sepantasnya bila para guru yg ngajar di daerah terpencil mendapat tambahan tunjangan kesejahteraan khusus, bukan malah Sampang yg hanya P.Mandangil yg dapat, hanya krn Sampang masuk Kab. tertinggal. 2. Agar ada keseimbangan antara daratan dan pulau rekrutmen guru baru dptnya diperioritaskan penduduk asli, shg mereka jadi guru tetap di sana, ketimbang yg asli daratan diangkat di pulau, mereka tdk aktif dan efektif ngajar krn sering pulang / bolos, kadang berbulan2 di darat. Hal ini dptnya jadi salah satu prioritas program Bpk. Atas perhatiannya terima kasih.

23. Sepa - Mei 28, 2009

Yth bpk.Sby apakah non job jabatan ada aturan nya?

24. Jaya Riyani - April 14, 2013

Wahai bapakku SBY yang terhormat,begitu mirisnya melihat keadaan anak bangsa yang kurang beruntung karena kurangnya tingkat pendidikan.
Bersusah payah melamar pekerjaan dan hinaan yang di dapat.mohon utamakan masalah pendidikan pak.

Jaya Riyani
Tuban, Jawa Timur


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: